Pemain mungkin pernah mengubah pengaturan Field of View atau FOV kemudian merasa karakter bergerak lebih cepat. Saat FOV diperbesar, berlari dapat terasa semakin kencang. Sebaliknya, FOV yang sempit sering membuat gerakan terasa lebih lambat.
Menariknya, kecepatan karakter belum tentu berubah sama sekali.
FOV terutama mengubah cara kamera menampilkan lingkungan. Perubahan perspektif tersebut memengaruhi bagaimana mata pemain melihat pergerakan objek di layar sehingga muncul kesan kecepatan yang berbeda.
Apa Itu FOV dalam Game?
FOV menentukan seberapa luas rajazeus login bagian dunia yang dapat terlihat melalui kamera.
FOV sempit memberikan pandangan yang lebih terbatas. Objek di depan biasanya terlihat lebih besar, sementara bagian lingkungan di sisi kiri dan kanan lebih sedikit terlihat.
Sebaliknya, FOV lebar memperlihatkan lebih banyak area di sekitar karakter.
Pengaturan ini sering ditemukan pada game first-person dan beberapa game third-person.
FOV Lebar Membuat Lebih Banyak Objek Terlihat
Ketika FOV semakin luas, pemain dapat melihat lebih banyak bagian lingkungan di sisi layar.
Saat karakter bergerak maju, berbagai benda di sekitar pemain ikut bergerak melewati layar.
Pohon, dinding, tiang, batu, dan objek lainnya terlihat berpindah lebih cepat menuju bagian belakang pandangan.
Banyaknya perubahan visual tersebut membuat otak menerima kesan bahwa karakter sedang bergerak dengan cepat.
Bagian Tepi Layar Sangat Berpengaruh
Gerakan pada bagian pinggir layar memiliki peran besar dalam menciptakan kesan kecepatan.
Dengan FOV lebar, pemain melihat lebih banyak objek di area tersebut.
Ketika karakter berlari, objek dekat di sisi layar tampak melintas dengan cepat.
Akibatnya, perjalanan terasa lebih kencang meskipun sistem masih menggunakan nilai kecepatan karakter yang sama.
FOV Sempit Bisa Terasa Lebih Lambat
FOV rendah menghasilkan pandangan yang lebih sempit.
Pemain melihat lebih sedikit lingkungan di samping karakter sehingga jumlah gerakan visual pada layar juga berkurang.
Karena itu, berlari menggunakan FOV sempit dapat terasa lebih tenang atau lambat.
Namun, jika game mengukur jarak yang ditempuh karakter, hasilnya dapat tetap sama.
Artinya, FOV mengubah persepsi kecepatan, bukan selalu kecepatan sebenarnya.
Perspektif Ikut Berubah
FOV juga memengaruhi perspektif visual.
Pada FOV lebar, objek di tengah dapat terlihat lebih jauh atau lebih kecil, sementara bagian pinggir layar mengalami perubahan perspektif yang lebih kuat.
Ketika pemain bergerak, perubahan ukuran dan posisi objek terjadi dengan cara yang berbeda dibandingkan FOV sempit.
Hal tersebut ikut memperkuat sensasi gerakan.
Developer Bisa Mengubah FOV Saat Berlari
Beberapa game sengaja meningkatkan FOV ketika karakter mulai sprint.
Misalnya, pemain berjalan menggunakan FOV normal. Setelah tombol sprint ditekan, kamera secara perlahan memperluas pandangan.
Kecepatan karakter memang dapat meningkat, tetapi perubahan FOV membuat peningkatan tersebut terasa lebih jelas.
Setelah pemain berhenti berlari, kamera kembali ke kondisi normal.
Kendaraan Juga Menggunakan Teknik Serupa
Efek FOV tidak hanya berguna untuk karakter.
Game balapan dapat mengubah FOV berdasarkan kecepatan kendaraan.
Ketika mobil semakin cepat, pandangan sedikit melebar. Lingkungan di sisi jalan kemudian terlihat bergerak lebih agresif.
Teknik tersebut membantu developer menciptakan sensasi kecepatan dalam game tanpa harus menggunakan efek visual yang berlebihan.
FOV Bisa Digabungkan dengan Motion Blur
Developer juga dapat menggabungkan perubahan FOV dengan motion blur.
Saat karakter atau kendaraan bergerak cepat, bagian lingkungan tertentu terlihat sedikit kabur.
Jika game menambahkan FOV yang lebih luas pada waktu bersamaan, sensasi kecepatannya dapat meningkat.
Namun, efek tersebut perlu developer atur dengan hati-hati karena tidak semua pemain nyaman dengan motion blur.
Kamera Bisa Bergerak Sedikit Saat Sprint
Selain FOV, kamera dapat memberikan gerakan tambahan.
Saat karakter berlari, kamera mungkin bergerak naik turun mengikuti langkah. Game juga dapat menambahkan sedikit guncangan atau perubahan posisi.
FOV, animasi kamera, suara langkah, dan lingkungan yang bergerak kemudian bekerja bersama untuk menciptakan sensasi berlari.
Jarak yang Ditempuh Tetap Bisa Sama
Cara sederhana untuk memahami efek ini adalah membandingkan dua pemain.
Keduanya menggunakan karakter dengan kecepatan 5 meter per detik. Pemain pertama menggunakan FOV sempit, sedangkan pemain kedua menggunakan FOV lebih lebar.
Setelah sepuluh detik, keduanya tetap dapat menempuh sekitar 50 meter jika tidak ada faktor lain.
Namun, pemain dengan FOV lebih lebar mungkin merasa bergerak jauh lebih cepat.
Perbedaannya berasal dari tampilan kamera, bukan nilai kecepatan karakter.
FOV Tinggi Tidak Selalu Lebih Baik
Walaupun FOV lebar memberikan pandangan lebih luas, nilainya tidak harus selalu dibuat setinggi mungkin.
FOV yang terlalu besar dapat membuat objek di tengah layar terlihat kecil. Bagian tepi juga dapat mengalami distorsi yang semakin jelas.
Sebaliknya, FOV terlalu sempit dapat membatasi pandangan dan membuat sebagian pemain kurang nyaman saat bergerak cepat.
Karena itu, banyak game menyediakan pengaturan FOV agar pemain dapat memilih nilai yang sesuai.
FOV Juga Memengaruhi Gameplay
Pada beberapa game, luas pandangan memiliki pengaruh terhadap informasi yang diterima pemain.
FOV lebar memungkinkan pemain melihat lebih banyak area di samping.
Hal ini dapat membantu pemain mengetahui keberadaan musuh atau objek tanpa terlalu sering menggerakkan kamera.
Namun, target yang berada jauh dapat terlihat lebih kecil. Jadi, FOV memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung jenis permainan.
Developer Menggunakan FOV untuk Menciptakan Sensasi
FOV pada akhirnya bukan sekadar pengaturan luas kamera.
Developer dapat menggunakannya sebagai bagian dari desain pengalaman.
Sprint terasa lebih cepat ketika pandangan melebar. Kendaraan terasa semakin kencang saat lingkungan di sisi layar melintas lebih cepat. Sebaliknya, FOV yang menyempit dapat memberikan kesan fokus pada objek tertentu.
Perubahan kecil pada kamera dapat mengubah cara pemain merasakan gerakan tanpa harus mengubah seluruh mekanisme permainan.
Penutup
FOV memengaruhi kecepatan yang dirasakan pemain karena Field of View mengubah perspektif dan jumlah lingkungan yang terlihat di layar. FOV lebar memperlihatkan lebih banyak objek di bagian samping sehingga pergerakannya terlihat semakin cepat.
Namun, perubahan tersebut tidak selalu berarti karakter benar-benar bergerak lebih cepat.
Developer dapat menggabungkan FOV, gerakan kamera, motion blur, animasi, dan efek audio untuk memperkuat sensasi kecepatan. Karena itu, dua karakter dengan kecepatan yang sama dapat terasa sangat berbeda hanya karena pengaturan kameranya berbeda.
baca juga : Rahasia Developer Merancang Asset Game Modular
